Menampilkan Alert Log

Masing-masing database mempunyai sebuah alert_sid..log File tersebut berada di server dengan databasenya dan tersimpan di dalam direktori dengan inisialisasi parameter background_dump_dest.
Database Alert File merupakan file log dan error yang diantaranya berisi sebagai berikut : Internal Error (ORA-600), block corruption error (ORA_1578) dan deadlock error (ORA-60). Administrative oparations, seperti SQL statement CREATE, ALTER, DROP DATABASE, TABLESCAPE, ROLLBACK SEGMENT dan Enterprise Manager atau SQL*Plus statement STARTUP, SHUTDOWN, ARCHIVE LOG, dan RECOVER. Beberapa pesan error yang berhubungan dengan Shared Server function dan dispatcher process Error selama proses automatic refresh dari materialized view. EM (Enterprise Manager) memonitor alert log file dan memberikan informasi jika terjadi error yang kritis. Kita juga bisa menampilkan log untuk melihat error yang tidak begitu kritis. File tersebut jika tidak dimanage dengan baik, ukuran filenya akan membengkak tanpa sepengetahuan kita. Kita seharusnya membuat back up file alert tersebut secara berkala dan menghapus file alert yang ada saat ini.

Menampilkan Initialization Parameter

Oracle Database menyediakan sejumlah initialization parameter untuk mengoptimalkan proses kerjanya dalam lingkungan yang berbeda-beda. Hanya beberapa parameter yang harus di setting karena secara default parameter tersebut cukup memenuhi syarat kedalam kasus yang umum terjadi. Di sini terdapat 28  basic parameter. Advanced paramater disediakan untuk mengijinkan DBA Expert mengadaptasi perilaku dari Oracle  Database untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang unik tanpa bergantung pada mereka yang tidak mempunyai kebutuhan yang sama.

Apakah PL/SQL itu ???

PL/SQL merupakan block-structured language yang merupakan bagian dasar (prosedur, fungsi dan blok lainnya) yang menjadikan PL/SQL dalam blok logical, yang dapat berisi beberapa subblok tersarang. Secara khusus, kita membuat tiap blok logical untuk menyelesaikan masalah atau sub masalah. Satu hal yang harus diketahui adalah bahwa PL/SQL menambahkan teknik pemrograman terstruktur kedalam bahasa SQL.
Blok dari PL/SQL terdiri dari :

  • DECLARE : bagian opsional dimana kita mendeklarasikan konstanta, variabel, lalu menggunakannya di SQL dan perintah prosedural apapun dimana ekspresi tersebut dapat digunakan. Kita harus mendeklarasikan sebuah konstanta atau variabel sebelum menreferensikannya di perintah yang lain, termasuk perintah deklaratif lainnya.
  • BEGIN : ini adalah permulaan dari kode untuk satu blok. Kode ini akan dibentuk dari perintah SQL dan PL/SQL. Ini adalah keharusan.
  • EXCEPTION : ini adalah bagian opsional dimana kita dapat menentukan pengecualian yang mungkin. Secara umum exception akan muncul dikarenakan adanya suatu kondisi yang salah.
  • END : ini adalah akhir dari blok. Merupakan suatu keharusan.

File-file yang terdapat dalam Oracle 10g

Oracle Database Architecture mempunyai suatu file-file yang sangat penting untuk menjalankan aplikasinya. Berikut ini adalah file-file yang ada dalam Oracle.

  • Control Files

Control files berisi informasi fisik database, dimultiplex untuk menghindari kehilangan file dan dibutuhkan ketika instance di start.

  • Data Files

Suatu data yang hanya dimiliki oleh satu tablespace. Baca lebih lanjut

Macam-macam Shutdown pada Oracle 10g

Tujuan dilakukannya shutdown database adalah agar Operating system melakukan backup semua struktur fisik secara offline dan memodifikasi parameter static pada saat inisialisasi ketika restart.
Untuk melakukan shutdown instance kita harus terhubung sebagai SYSOPER atau SYSDBA.

  • SHUTDOWN NORMAL

Secara default shutdown options berada di mode normal. Normal database shutdown diproses dengan kondisi berikut ini :

  1. Tidak ada koneksi baru yang terhubung dengan database tersebut.
  2. Oracle Server akan menunggu semua user untuk disconnect sebelum melakukan shutdown.
  3. Database dan redo buffer disimpan dalam disk.
  4. Tidak ada proses yang sedang berjalan di background dan SGA sudah terhapus dari memory.
  5. Oracle menutup dan melakukan dismount database sebelum melakukan shutdown pada instance nya.
  6. Start up selanjutnya tidak membutuhkan instant recovery. Baca lebih lanjut

Perbedaan SYSOPER dan SYSDBA pada Oracle 10g

SYSOPER
Database Administration role khusus yang mengijinkan Database administrator untuk melakukan START UP, SHUTDOWN, ALTER DATABASE OPEN/MOUNT, ALTER DATABASE BACKUP, ARCHIVE LOG, RECOVER, RESTRICTED SESSION privileges. SYSOPER berada di Public Schema.
SYSDBA
Database Administration role khusus yang berisi privilege masing-masing sistem yang mempunyai hak ADMIN OPTION dan SYSOPER privilege. SYSDBA juga mengijinkan CREATE DATABASE dan ‘incomplete recovery’. SYSDBA berada di SYS Schema.

Transaction dalam Oracle

Ketika sebuah perintah SQL dijalankan, maka transaksi dimulai. Oracle meletakkan transaksi pada segmen undo di dalam tablespace undo untuk mencatat inputan undo transaksi tersebut. Inputan pada tablespace undo digunakan ketika perintah rollback dilakukan untuk mendapatkan kembali data seperti terakhir kali dilakukan perintah commit pada transaksi tersebut. Transaksi akan berakhir jika terjadi hal-hal berikut :

  • Seorang user melakukan perintah COMMIT atau ROLLBACK tanpa , melakukan SAVEPOINT.
  • Seorang user melakukan menjalankan perintah DDL seperti CREATE, DROP, RENAME, GRANT. Jika transaksi yang sedang berlangsung mengandung perintah DML, Oracle akan melakukan commit , lalu menjalankan perintah DDL dan melakukan commit, sebagai satu transaksi baru.
  • Seorang user melakukan disconnect dari Oracle. Transaksi yang  sedang berlangsung akan di commit.
  • Proses yang ada di user berhenti secara tidak normal. Transaksi yang sedang aktif akan langsung di rollback. Setelah sebuah transaksi berakhir, perintah SQL berikutnya akan secara otomatis memulai transaksi yang baru.
%d blogger menyukai ini: